Tuesday, January 17, 2012

HASIL - HASIL BUDAYA YANG BERKAITAN DENGAN KEGELISAHAN DAN TANGGUNG JAWAB

1. Hasil Budaya yang Berkaitan dengan Tanggung Jawab 

Cerpen tentang Tanggung Jawab

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-Laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah Ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-Laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-Laki, aku membuatnya sebagai Pemimpin Keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan Keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar Keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. “

“Ku-ciptakan Bahunya yang Kekar & Berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh Keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh Keluarganya. “

“Ku-berikan Kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar Keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. “

“Ku-berikan Keperkasaan & Mental Baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi Keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi Keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi Keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

“Ku-berikan Kesabaran, Ketekunan serta Keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing Keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. “

“Ku-berikan Perasaan Keras dan Gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi Keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan Kebijaksanaan & Kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan Kerutan diWajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-Laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-Laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. “

“Ku-berikan Kepada Laki-Laki Tanggung Jawab penuh sebagai Pemimpin Keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-Laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. ” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah…

With Love to All Father

2. Hasil Budaya yang Berkaitan dengan Kegelisahan

Puisi tentang Kegelisahan
  
Kegelisahan Hati

ketika sapa tak lagi ada…
hanya tatap dan keterdiaman belaka..
jika hati mampu berteriak sekerasnya,,,ingin berkata,,,
kau tak tau apa yang tengah ku rasakan saat ini,,
kau tak pernah tau,,,,betapa hati ini gelisah…
menanti kehadiran mu,,meskipun hanya dengan sapa hai saja,,,
jiwa yang terluka,,kegelisahan yang mendera,,
karena dirimu perlahan tapi tanpa sengaja hadirkan luka dalam jiwa….
hatiku yang terluka….
Sumber:
http://www.ruangcurhat.com/kegelisahan-hati/
http://viczhoel.wordpress.com/2009/07/05/sebab-aku-laki-laki-kisah-tanggung-jawab-seorang-pemimping-keluarga/

Friday, January 6, 2012

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

1. Pengertian Kegelisahan dan Sumber - Sumber Kegelisahan
 
     Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatan, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

      Kegelisahan dapat diketahui dari gejala tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala, memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangan, duduk termenung sambil memegang kepala, duduk dengan wajah murung, dan malas bicara.

     Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu :
a). Kecemasan obyektif
     Pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau bahaya dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda atau keadaan tertentu dari lingkungannya.

b). Kecemasan neorotis (syaraf)
     Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni:
  1. Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, dan orang itu takut akan bayangannya sendiri, atau takut akan id-nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego.
  2. Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah intensitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakutkannya.
  3. Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id, meskipun ego dan superego melarangnya.
c). Kecemasan moril
     Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi, antara lain iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, dan rasa kurang.

Sumber-sumber kegelisahan hidup
Pertama, banyak hutang. Orang yang banyak hutang ternyata banyak sekali berbohong. Terutama saat ditagih, terkadang ada saja yamg tidak jujur-menyatakan tidak punya uang, padahal ada. Karena itu, agar hidup kita bahagia, jangan coba-coba berhutang pada orang lain, baik materi maupun jasa.
Kedua, tidak jujur. Semakin kita tidak jujur, semakin banyak berbohong, maka akan semakin banyak yang akan kita sembunyikan. Kalau nurani pembohong semacam ini masih hidup, jelas rasa bersalah dan berdosanya akan terus mengikuti. Maka dari itu, jadilah orang yang jujur, yang tampil apa adanya, insya allah, hidup pun akan terasa ringan.
Ketiga, banyak keinginan. Semakin kita banyak keinginan (duniawi), maka semakin tertekan rasanya hidup ini. Berbahagialah mereka yang sedikit keinginan dunianya dan banyak keinginan akhiratnya. Tandanya, mereka selalu mensyukuri nikmat yang diterima dari-Nya.
Keempat, ambisius. Kegigihan dan ambisi kita terkadangmembuat kita terperosok kejurang kecemasan dan kegelisahan hidup. Seakan-akan ada sesuatu yang ingin kita raih, namin apa yang ingin kita raih itu tak lebih dari "asap", tak tergapai. Mengapa? karena kita tidak menjadikan tujuan utamanya adalahsebagai jalan mendekat kepada-Nya.
kelima, pendengki.mereka yang poendengki adalah mereka yang akan gelisah hidupnya. Betapa tidak, melihat orang lain lebih baik darinya, hatinya makin kesal. Melihat orang lain bertambah kaya, makin resah perasaannyta. Padahal rumus untuk tidak menjadi pendengki semacam ini ialah, terserah Allah, karena Dia tau apa yang terbaik bagi kita.
keenam, orang yang sombong dan emosional. Orang yabg sombong, kelakuannya selalu tempramental atau emosional, dia akan selalu menjalani hidup dengan penuh kemarahan, sensitif dan mudah tersinggung. Sebaliknya, orang yang tidak tempramental, bila berhadapan dengan suatu masalah, pertama-tama akan ia serahkan kembali kepada Allah.

2. Makna Keterasingan

       keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu dalah dari kata dasar terasing. kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.

3. Makna Kesetiaan

     Makna kesetiaan adalah cermin kebahagiaan di dalam hidup seseorang.

4. Makna Ketidakpastian
      
     Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas.

Sebab-sebab terjadi ketidakpastian
     Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir, manusia selalu menerima rangsang-rangsang lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang baru. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah:

1.Obsesi
     Gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya, selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.

2.Phobia
     Rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.

3.Kompulasi
     Adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.

4.Histeria
     Neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.

5.Delusi
     Pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Delusi ada tiga macam, yaitu:

a) Delusi persekusi

Menganggap keadaan sekitarnya jelek.

b) Delusi keagungan

Menganggap dirinya orang penting dan besar.

c) Delusi melancholis

Merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa.

6.Halusinasi
     Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang karena halusinasi, orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan dasarnya, sehingga dengan timbulnya halusinasi dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya.

7.Keadaan emosi
     Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini nampak pada keseluruhan pribadinya, antara lain gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, termenung, dan menyendiri.

Usaha-usaha penyembuhan ketidakpastian
  1. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu tergantung kepada mental penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
  2. Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan.
  3. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi.
  4. Orang yang bersikap sombong atau angkuh,bila mengalami musibah baru berkurang kesombongannya, tetapi mungkin tidak. Andaikata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan adalah masyarakat sekitarnya dan dirinya sendiri.
Sumber :
  http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/manusia-dan-kegelisahan-tugas-ibd/
 http://ibdbayuerfiyanto.blogspot.com/2010/04/ibd-bab-10-manusia-dan-kegelisahan.html
 

Wednesday, January 4, 2012

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

  • Makna dari Tanggung Jawab  
     Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

         Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

           Macam - macam tanggung jawab : 

a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
         Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah - masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan -angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan - angan manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan baik yang disengaja maupun tidak.  
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
         Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami - istri, ayah - ibu dan anak - anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
c. Tanggung jawab terhadap Masyarakat
         Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
d. Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
         Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma - norma atau ukuran - ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
         Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman - hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman - hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah - perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptaanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
  • Makna dari Pengabdian
     Pengabdian adalah perbutan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

     Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. 

     Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari - hari itu bukan pengabdiaanm, tetapi hanya bantuan saja.

      Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapimerupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagian ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
   
  • Makna dari Pengorbanan  
       Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata - mata.

     Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdiaan. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.

        Sumber:
 http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-tanggung-jawab

Friday, December 16, 2011

KASUS - KASUS YANG BERKAITAN DENGAN PENDERITAAN DAN KEADILAN

Kasus - Kasus yang Berkaitan dengan Penderitaan
 Kasus Penyiksaan TKI di Madinah Sedang Diselidiki   
Tim Liputan 6 SCTV
30/01/2011 12:23

30/01/2011 12:23
Liputan6.com, Madinah: Seorang TKI asal Pontianak, Kalimantan Barat, Armayeh Binti Sayuri, disiksa majikannya di Madinah. Pemerintah dan Kedutaan Besar Indonesia kini tengah menyelidiki penyebab terjadinya penyiksaan. Selain itu, perusahaan yang mengirim Armayeh juga diburu.

TKI yang baru berusia belasan tahun ini selalu disiksa majikan perempuannya sejak tiga bulan bekerja selama lebih dari setahun [baca: Lagi, TKI di Madinah Disiksa Majikan]. Armayeh berhasil melarikan diri saat pintu rumah majikan tak terkunci. Dengan dibantu warga, Armayeh sejak Sabtu lalu dirawat di RS King Fadh, Madinah.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah, menyatakan kasus yang menimpa Armayeh kini telah diproses secara hukum dan tim investigasi tengah menyelidiki kasus ini. Kisah duka Armayeh ini hanya berselang beberapa bulan dari kasus Sumiati binti Salan Mustofa yang disiksa secara sadis oleh majikannya di Madinah. (MEL)
Kasus - Kasus yang Berkaitan dengan Keadilan
  Siswa AMK Dituduh Mencuri Seekor Bebek Disidang
Republika
http://id.news.yahoo.com/repu/201102...b-97b2f71.html

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI--Seorang siswa kelas sembilan SMK Teknologi Pembangunan Babelan Bekasi, Jawa Barat Irpan Fahruroji (18) terpaksa mendekam di penjara setelah dituduh ikut terlibat dalam pencurian seekor Bebek Senin (27/12) bersama temannya Iyan Sanjaya (18) di Kavling Barokah Jalan Dahlia RT8/14 Babelan. "Saya tidak bersalah dan tolong dibebaskan karena sebentar lagi akan mengikuti ujian nasional," ujar Irpan, usai sidang tertutup di PN Bekasi, Selasa

Ia sangat berharap agar majelis hakim yang mempersangkakan dirinya melanggar pasal 363 ayat (1) Ke 4e KUHP bisa membebaskan dari segala hukuman. Orang tua korban, Nenti (45) mengatakan anaknya tidak tahu menahu dengan aksi pencurian seekor bebek tersebut.

Semula menurut ibu rumah tangga dengan tanggungan lima anak itu, Irpan yang tengah duduk-duduk dengan temannya di Desa Bahagia didatangi Iyan Sanjaya yang minta diantarkan ke tempat teman perempuannya dan ditolak dengan alasan akan mengantar ibunya yang sakit untuk berobat.

Tapi Iyan tetap meminta tolong dan akhirnya diantar Irpan. Ditengah perjalanan motor kehabisan premium dan selanjutnya Iyan pergi namun ternyata ia mencuri seekor bebek untuk digunakan membeli BBM.

"Perbuatan itu kepergok warga dan selanjutnya Iyan yang hanya bersekolah hingga SD itu ditangkap. Setelah itu ia ditanya temannya dan selanjutnya warga menangkap Irpan yang tidak tahu menahu dengan kejadian itu tengah duduk di motor yang tidak bisa lagi jalan," ujar ibu yang menyatakan suaminya bekerja sebagai tukang becak itu.

Kakak korban Ija Kholijah menuturkan adiknya Irpan bukan pelaku dan tidak terlibat dalam pencurian itu. Ia menyatakan keluarganya malah telah mengganti seekor bebek yang telah diambil pemiliknya ketika Iyan tertangkap senilai Rp200 ribu agar ada perdamaian diantara kedua belah pihak.

"Pemilik bebek sudah mau berdamai dan ketika keluarga ke kantor polisi minta agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara musyawarah ternyata disebutkan aparat berkasnya sudah ke kejaksaan," ujarnya.

Kapolsek Babelan dalam surat perintah penangkapan bernomor SP.Kap/56/XII/2010/Serse menyebutkan berdasarkan bukti permulaan yang cukup diduga keras Irpan telah melakukan tindak pidana pencurian.

Dalam surat yang ditandatangani Kapolsek AKP Badari SH itu disebutkan Irpan diperintahkan untuk ditangkap dan ditahan atas perbuatannya. "Saya mohon keadilan agar adik saya bisa dibebaskan karena dia bukan pelaku dan tidak tahu menahu dengan rencana mencuri bebek itu," ujar Ida, dengan raut wajah sedih.


Sumber:
http://forum.detik.com/demi-tegaknya-hukum-mencuri-seekor-bebek-disidang-t235432.html
http://berita.liputan6.com/read/318197/kasus-penyiksaan-tki-di-madinah-sedang-diselidiki

Thursday, November 24, 2011

MANUSIA DAN KEADILAN


  • Keadilan
Kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrim yang terlalu banyak terlalu sedikit(aristoteles). Orang yang dapat mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal(plato). Memproyeksikan keadilan pada pemerintahan(socrates). Keadilan setiap orang masing-masing telah melaksanakan kewajibannya(kong hu chu). Pengakuan dan perlakuan seimbang antara kewajiban dan hak.
Keadaan dimana setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan menjalankan kewjibannya.

1.      Keadilan Sosial
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
(sila ke-5 dalam pancasila)

perwujudannya
1. Perbuatan luhur yang kekeluargaan
2. Sikap adil terhadap sesama
3. Memberi pertolongan
4. menghargai

Asas terciptanya keadilan
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok
2. Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
3. Pemerataan pembagian pendapatan
4. Pemerataan kesempatan kerja
5. Pemerataan kesempatan berusaha
6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
7. Pemerataan penyebaran pembangunan
8. Pemerataan memperoleh keadilan

2.      Macam-Macam Keadilan
Keadilan legal atau moral
Keadilan dan hukum merupakan subtansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuan.
Keadilan distributive
Keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan yang tidak sama diperlakukan tidak sama.
Keadilan komutatif
Keadilan bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.


  • Kejujuran
Apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri sendiri berhadapan dengan hal-hal baik dan buruk.

  • Kebenaran
Kebenaran adalah kenyataan yang benar-benar terjadi. Pernyatan ini pasti, dan tidak dapat dipungkiri lagi. Kita manusia selalu ingin tahu kebenaran, karena hanya kebenaranlah yang bisa memuaskan rasa ingin tahu kita, dengan kata lain  tujuan pengetahuan ialah mengetahui kebenaran. Tujuan ilmu juga mencapai kebenaran, dengan kata lain, dalam ilmu kita manusia  ingin memperoleh pengetahuann yang benar, karena ilmu merupakan pengetahuan yang sistematis, maka pengetahuan yang diituju ilmu adalah pengetahuan ilmiah.
Kita manusia bukan hanya sekedar ingin tahu, tetapi ingin mengetahu kebenaran. Kita juga selalu ingin memiliki pengetahuan yang benar. Kebenaran ialah persesuaian antara pengetahuan dan obyeknya. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang sesuai dengan obyeknya.


  • Kecurangan
Apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani.

Faktor orang melakukan curang
1. Faktor ekonomi
2. Faktor kebudayaan
3. Faktor peradaban
4. Faktor teknik

  • Pembalasan
Suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat pembalasan yang bersahabat. Sebailknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. 

Resensi:
http://newarr.weebly.com/uploads/5/3/3/6/5336039/ibd_7.pdf
http://juprimalino.blogspot.com/2011/06/pengertian-kebenaran-jenis-dan.html

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
 Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat - tingkat, ada yang berat ada jjuga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat - tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang - kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya?. Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai  pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan makhluk ciptaannya yang lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya ? Bagi manusia  yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasa dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur  bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.  
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada saat tidak menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak, siapakah dari kawannya yang akan dijadikan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seseorangberada dalanm keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya ia akn cepat mengambil suatu keputusan, sehingga kebimbangab akan cepat dapat diatasi.
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi. Tempat mereka memang sepi tetapi hati mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dialami oleh seseorang.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan  seseorang mengalami siksaan batin, Bila rasa itu dibasar-besarkan  yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia ringan seperti 5takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu sedemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis. 
                                                                                                                                                                                                                                                                                     

      Rasa Sakit
 1. Sakit Merupakan Sunnatullah
Sakit merupakan keadaan yang senantiasa dialami oleh hampir semua manusia. Dengan merasa sakit, manusia tahu dan sadar akan pentingnya keadaan sehat. Sehingga ia mau mensyukuri nikmat sehat tersebut. Keadaan sakit merupakan sunnatiallh yang mengikuti hukum sebab-sebab dari Allah SWT. Misalnya cacat lahir, penyakit infeksi dan lain sebagainya.
2. Sakit Merupakan Ujian
Hadis Riwayat HR. Ibnu Majah dan Turmudzi
“Sesungguhnya bila Allah SWT. mencintai suatu kaum, dicoba-Nya dengan berbagai cobaan. Dan barang siapa yang tidak ridhla, maka mereka akan memperoleh murka Allah SWT”.
3. Sakit Sebagi Penebus Dosa
Hadis Riwayat HR. Muslim
“Tidak ada satu musibah yang menimpa seseorang mukmin walaupun hanya tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali Allah tingkatkan derajadnya dan dihapuskan dosanya”.
4. Sakit Sebagi Peringatan
Misalnya ketika manusia dalam hidupnya sudah menyimpang dan sudah keluar dari ajaran agama, sehingga Allah SWT menurunkan sebuah penyakit untuk menyadarkannya dan supaya kembali kepada jalan yang lurus.
5. Sakit Sebagi Azab
Contohnya ketika sebuah masyarakat yang banyak melakukan kezaliman yang sangat berlunta-lunta, sehingga pada dusun atau negara tersebut di beri sebuah azab, seperti adanya wabah penyakit yang sulit penyembuhannya.
6 Upaya Penyembuha
a. Allah SWT yang menentukan kesembuhan
b Manusia wajib untuk berikhtiar seperti pengobatan, perewatan dan lain-lain.


 Sumber-Sumber penderitaan dibagi menjadi 2, yaitu:

           Sumber-Sumber Penderitaan yang Dapat Kita Pahami
  • Penderitaan yang Disebabkan oleh Dosa
  • Penderitaan yang Disebabkan oleh Kesalahan Perseorangan
  • Penderitaan yang disebabkan oleh Kesalahan Bersama
  • Penderitaan Bersama
  • Penderitaan yang Disebabkan oleh Musuh-musuh Kita
  • Penderitaan yang Disebabkan oleh Kesalahan-Kesalahan
          Sumber-Sumber Penderitaan Yanng Tidak Kita Pahami
  • Peruntungan atau Nasip
  • Kecelakaan-Kecelakaan
  • Takdir Allah 

Upaya-upaya menghindarkan penderitaan
upaya-upaya positif dalam mencegah timbulnya penderitaan adalah dengan cara memperbaiki atau mempertahankan hubungan baik kita, baik itu hubungan manusia dengan dirinya, dengan sesama, dengan Tuhan, maupun alam. Dengan memperbaiki hubungan kita seperti penjelasan diatas tentunya penderitaan sedikitnya akan jarang hadir atau bahkan tidak akan datang menghampiri kita.
Memperbaiki hubungan dengan diri sendiri dengan cara melakukan segala aktivitas yang positif dan baik, lebih peduli terhadap kesehatan tubuh, kebersihan, dan menjaga pola makan agar tarhindar dari segala penyakit. Memenuhi kebutuhan sosia, jasmanil dan rohani agar jiwa sehat dan jauh dari kekalutan dan ketakutan yang menyebabkan timbulnya penderitaan.
Menjaga hubungan baik dengan Tuhan dengan cara bertaubat kembali kepeda ajaran-Nya serta menjalankan segala yang diperintahkan-Nya dengan sungguh-sungguh dan menjauhi segala yang menjadi larangan-larangan-Nya. Mengingat Tuhan disetiap aktivitasnya sehingga tubuh serta jiwa selalu diberikan ketenangan. Dalam kitab suci agama Islam (Al-Qur’an) dikatakan bahwa “Hanya dengan mengingat Tuhan (Allah), maka hati ini akan menjadi tenang”. Dengan mengingat Tuhan tentunya kita akan jauh dari penderitaan juga tidak akan menimbulkan penderitaan pada orang lain pula.
Menjaga hubungan baik dengan sesama dapat kita terapkan dengan cara meningkatkan toleransi kita kepada orang lain, saling tolong menolong dengan sesama, berperilaku dan beretika yang baik dihadapan sesama, menjaga hubungan sosial dengan baik sehingga jauh dari fitnah dan perselisihan, menghargai hak-hak orang lain serta melakukan tanggung jawabn dengan baik dan bersungguh-sungguh. Dengan adanya hubungan yang baik antar sesama tentu akan menjadikan lingkungan kita menjadi damai, aman, nyaman, dan tentram, sehingga terciptalah lingkungan yang seimbang.
 Terakhir, untuk mencegah timbulnya penderitaan manusia selain dengan menjaga hubungan baik antara manusia dengan dirinya sendiri, dengan tuhan, dan jyga dengan sesama, manusia juga harus menjaga hubungan baiknya dengan alam, karena alam dicipta Tuhan bukan untuk dirusak atau disia-siakan melainkan untuk dikelola dan dipelihara oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya. Alam akan memberikan kebaikan apabila ia dirawat dengan kebaikan juga akan memberikan dan menimbulkan bencana apabila diperlakukan buruk oleh manusia. Adapun cara kita menjaga hubungan baik dengan alam ialah dengan cara diantaranya: tidak membuang sampah sembarangan, mencegah terjadinya perburuan liar dan pengambilan hasil alam secara berlebihan, mencegah penggundulan hutan, serta melakukan reboisassi/penghijauan secara rutin dan lain sebagainya.


Resensi:
http://www.gandummas.com/product_info.php?products_id=747&osCsid=a8d8c62dc2db2f69a9409344762da353
http://putri-aja.blogspot.com/2011/11/manusia-dan-penderitaan.html
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab6 manusia_dan_penderitaan.pdf





Thursday, November 17, 2011

CONTOH KARYA SENI YANG BERKAITAN CINTA KASIH

Contoh Cerpen

Cinta Kasih Terpendam




Cerpen: Singgih Swasono
September 2011, satu minggu selepas lebaran aku datang ke kotaini, setelah lima tahun aku tinggalkan jejak tapak di suatu desa di kaki lereng Gunung Slamet. Ternyata disanaaku temukan jejak tapak kau saat berjihad seorang diri mempertahankan harga diri dari kebiadaban tiga manusia bernafsu bejad. Dalam mempertahankan kesucian diri kau kembali pada pangkuan Illahi.
…………………………..
Di hari pertama, selepas meeting yang melelahkan. Malam itu aku melangkah keluar dari lobby hotel mengarah ke samping belakang, ke caffe taman, menikmati malam pertama di kotaini setelah lima tahun aku tinggalkan. Aku bisa datang lagi ke kotaini, ada tugas kerja. Kesempatan diwaktu sela untuk membuka kembali kenangan yang akan kugali. Aku berencana, besok siang menjelang sore ingin menyambangi desa Limpakuwus, setelah tugas selesai.
Sambil berjalan ke samping hotel ke arah tenda payung bundar di bawah pohon besar, saat mendekat aku terkejut menyaksikan sosok perempuan berbaju putih duduk sendirian di bawah remang lampu. Ia seperti sedang menunggu seseorang.
Wajah sosok itu sepertinya tidak asing bagiku. Ingatanku melayang ke masa lima tahun lalu. Kenangan akan keramahan dan kecantikan gadis kembang desa. Sering aku terbawa dan menghadirkannya dalam mimpi. Satu wajah eksotis. Tapi entah di mana dia sekarang?
Dalam keraguan ingin menegur ketika melewati sisi tempat ia duduk, terdengar suara yang tak kulupakan memanggil “Mas.., masih ingat sama aku, apa kabar lama sekali tak bertemu, kapan datang?”, Keremangan malam menghadirkan perempuan dengan wajah eksotik berambut panjang hingga sepinggang.
“Ita…kamukah itu…apa kabar? Ya lama sekali. Aku baru tadi pagi chek in di hotel ini. Ada meeting” jawabku kaget dengan rasa jantung berdegub keras sambil mengulurkan tangan. Terasa dingin digenggamanku. Aku menatap langit biru menghampar, beribu bintang tanpa bulan. Kulepaskan jabatan tangannya, melangkah mengarah ke kursi didepannya.
Aku duduk mengeluarkan rokok dan menyalakan lilin di tengah meja budar. Kutatap mata bening dalam helaan napas panjang, kulihat kau hanya mengangguk, menatap sahdu disaat nyala api pada lilin di tengah malam bergoyang. Desah nafas panjang semerbak harum terpancar darimu. Bunga mawar merah dalam pot kecil menemani duduk disebuah café.
kulihat pelayan caffe lewat, aku panggil, pesan kopi, lemon tea dan makanan kecil. Sesaat pelayan kafe pergi aku tatap matamu penuh tanda Tanya. Hanya saling pandang dalam kebisuan malam yang dingin samar tercium wewangi bunga melati “Ita…sedang menunggu siapa? sudah lama kau disini? Boleh tahu dengan siapa?” pertanyaan dengan berbagai lintasan piker. Ya…tidak menyangka dan menduga akan bertemu gadis eksotis duduk sendiri di sini.
Pikiranku melayang mengingatkan gadis manis kembang desa di lereng gunung Slamet. Teringat aku waktu kuliah kerja nyata. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Anak Kades. Saat itu dia kelas dua SMA. Setiap Jumat dan Minggu sore mengaji di Musholla samping rumah pos KKN bersama-sama gadis-gadis kampong lainnya. Aku sering curi-curi pandang melihat wajahmu dibalik kerudung.
Kenapa sekarang di sini, sedang apa, dengan siapa? Beribu tanda tanya berkecamuk dalam pikiranku?
“Ita di sini sendiri. Mas sedang apa disini” tanyanya sambil memainkan gelas lemon tea, mengagetkan lamunan dan menyadarkan akan tatapan kerinduan padanya yang telah sekian tahun hilang dimakan perjalanan waktu.
Tergagap aku menjawabnya “aku…eh, aku menemani rekanan dariJakarta, itu mereka ada di dalam lagi dugem”
Aah teguran itu. Aku ingat terus saat aku menunggu kamu pulang sekolah lewat jembatan. Kamu menegur aku “mas, sedang apa di sini?” demikian selalu tanyamu. Pertanyaan yang membuat aku salah tingkah walau jujur sebenarnya memang sengaja menanti dirimu. Mencari-cari alasan dengan nada gagap. Engkau tersenyum menanggapi jawabanku. Sebagai pelarian dari gelisah, amta memandang ke bawah, melihat orang-orang yang tengah mencari ikan.
Sekarang kamu hadir disini berpakaian serba putih, baju lengan panjang, terlihat jari lentikmu dan wajah yang tak pernah aku lupakan: wajah eksotis. Tapi kenapa ada di sini? Lamunanku terhenti saat pelayan caffe mengantar kopi dan penganan kecil datang.
“Apa kabar ibu-bapak di kampung? Sehat?” pertanyaan terlontar sambil mengambil cangkir kopi, mencairkan kebekuan, mencoba mengalirkan percakapan tentang masa-masa tinggal di desa.
Aku ceritakan tentang diriku. Setelah lulus kuliah langsung bekerja. Kusampaikan keinginanku mencari gadis pendamping dari desa. Sedikit pertanyaan pancingan “Ita masih ingat saat berdiri disamping jembatan sungai itu, sambil senyum dan melambaikan tangan, saat aku pulang berombongan selesai KKN, aku menyesal tidak menemuimu saat itu untuk pamitan, gadis itu sekarang kuliah dimana sekarang oya…masih sendiri tidak yaa…?” candaku ragu.
Kulihat Ita menunduk dengan raut wajah tanpa ekspresi. Hanya gelengan kecil dan senyum sebagai jawabannya. Ia tertawa kecil. Terdengar menghanyutkan menyimpan misteri.
“Boleh aku tahu no hp Ita…?” tanyaku sambil memandang bibir yang basah tanpa lapisan lisptik.
“Tidak ada. HP sudah hilang,” jawabnya singkat.
Aku melanjutkan cerita. Tentang keinginan dan penyesalan keinginan bersilahturahim yang belum bisa terlaksana hingga saat ini. Penyesalan bahwa lantaran HP-ku hilang empat tahun lalu yang menyebabkan seluruh nomor kontak terhapus.
“Mas, dijembatan itu aku …, aku merasakan ah…..ada rasa ketakutan atau entah apa. Sulit aku ungkapkan. Sekarang aku bisa bertemu mas, tenang rasanya…” tanpa meneruskan kalimatnya ia menatapku. Tatapan mata yang membuat hatiku bergetar. Tanpa sadar menggerakkan tanganku memegang tanganya. Kutatap matanya ada butiran halus turun di matamu mengiringi kebisuan malam dengan irama gemerisik dedaunan dan lamat-lamat aroma mewangi bunga melati yang tercium.
“Ya, aku selalu ingat kalau musim kemarau indah sekali airnya jernih. Menakutkan bila musim hujan tiba…boleh tahu kenapa Ita ada disini….?” Helaan nafas menangkap wewangian bunga melati
“Ceritanya panjang mas…” jawabnya sepintas.
Kulihat tatapan matamu merah, langsung kau terpekur menunduk, serasa angin berhenti berhembus dan hawa udara dingin sekali, bulu kudukku berdiri, merinding. Hpku berdering.
Rekanku sudah menunggu di lobby Discoutiq. Aku pamit menemui mereka “Ita, aku tinggal sebentar, ya.  Jangan pergi dulu”
kulihat Ita hanya mengangguk. Saat aku kembali bersama rekananku, kamu sudah tidak ada. Aaku baru tersadar saat itu waktu telah menunjukkan pukul 01.00 Wib. Diluar hanya angin semilir dingin menggoyang dedaunan. Kemana pergimu?
* * *
Aku tidak bisa tidur. Masih tersimpan berbagai pertanyaan dalam hati setelah pertemuan tadi. Masih banyak sekali yang harus aku ketahui. Sebenarnya ingin aku ungkapkan perasaan yang terpendam, tiada kata bisa terucap. Lagi-lagi aku membuang kesempatan saat bertemu dengannya.
Setelah acara perpisahan di Balai Desa selesai kami berombongan pulang. Pada perjalanan mendekati jembatan mengarah ke luar desa. kulihat Ita berdiri disamping jembatan tinggalan jaman Belanda. Ia masih mengenakan seragam sekolahnya. Ia melambaikan tangan. Di bawah jembatan mengalir air yang jernih mengalir diantara batu gunung dan padas keras. Ia tersenyum dan melambaikan tangan.  Aku hanya menatap menyesali tidak sempat pamit. Ingin rasanya saat itu turun dari mobil, tapi aku berpikir kelak pasti ada kesempatan untuk bertemu dengannya lagi. Masihkah dia sendiri? terdengar dering HP nyaring, aku terbangun ah…kenangan terakhir jumpa dengan Ita sering terbawa mimpi hampir tiga tahun ini berjalan.
Rapat dan presentasi dari rekanan siang ini tidak ada yang menarik. Selesai makan siang aku melangkah ke arah caffe di samping belakang hotel. Terbawa oleh rasa penasaran tadi malam, aku menemui pengurus caffe & discoutiq “Mas, boleh tahu tadi malam saya duduk diluar sana dengan seorang perempuan, namanya Laksita panggilannya Ita. Apa dia kerja disini atau ia tamu juga?” kulihat wajah mereka kebingungan mendengar pertanyaanku.
“Maaf mas, tidak ada nama itu yang bekerja di Caffe ini. Coba saja tanya ke bagian Adm. Hotel. Di sana ada nama foto-foto karyawan lengkap, tapi tadi malam saya lihat… coba tanya di sana.” sambil tangannya menunjuk ke arah ruang di dalam Hotel. Aku menuju ke tempat yang ditunjukkannya, bertemu dengan petugas di sana, dan dari foto-foto para karyawan tak kulihat wajah Ita.
Aku kembali ke kamar hotel. Aku merenung serasa tidak percaya bila Ita malam-malam keluar sendiri. Tujuh tahun lalu aku dengar dia akan mewakili lomba tilawatil Al Qur’an tingkat Kabupaten.
Aku putuskan siang menjelang sore ini aku sambangi desanya, mencarter taksi. dalam perjalanan melewati tanah pertanian dan perkebunan masih asri seperti lima tahun yang lalu.
Tak terasa aku telah sampai dekat jembatan besar penghubung desa “Pak…jalannya pelan-pelan diatas jembatan” pintaku pada pak sopir taksi.
Aku perhatikan batu-batu besar dan air jernih mengalir dengan tenangnya di musim kemarau ini. “Subhanallah…” seruku tanpa sadar terlihat keajaiban di bawah sana “Pak berhenti sebentar lihat itu banyak sekali capung beterbangan dibawah sana”
“Mas…biasa di sini kalau musim kemarau banyak sekali capung” jelas sopir taksi.
Aku mendengar tapi tidak mengindahkannya. Rrasa batinku mengatakan ada sesuatu pesan misterius yang susah untuk dijelaskan.
Keindahan sungai ini akan sirna bila musim hujan. Tiba-tiba bisa terdengar suara gemuruh air pekat coklat bergulung dari hilir  bak suara pesawat terbang. Itulah dampak dari penggundulan hutan di atas bukit sana. Atas nama perkebunan, mengatasnamakan kesejahteraan rakyat pinggiran hutan, pohon-pohon di atas bukit dibabat habis. Dampaknya sering terjadi bukit longsor.
Waktu itu cukup sulit aku meyakinkan masyarakat untuk menanam kembali tanaman keras dengan tumpang sari tanaman sayur mayur. Akhirnya aku berhasil juga dan masyarakat mau bergotong royong menanam kembali tanaman keras untuk mengatasi erosi. Sekarang aku lihat bukit lereng gunung Slamet lebih rimbun dan hijau. Aku tersenyum sendiri mengingat tapak tinggalanku di atas sana telah membawa hasil.
“Pak…berhenti didepan sana yaa…rumah pak Kades, stop pak… Ayo Pak,  ikut turun masuk, tidak apa-apa saya hanya silahturahim saja?” pintaku pada Pak sopir taksi.
Kulihat Pak Kades sedang duduk di teras depan bersama para tamu. Setelah uluk salam bersalam-salaman ternyata mereka belum lupa denganku. Sambil berbagi kabar keluarga dan bincang-bincang tentang perkembangan keadaan desa ini, di depanku tersaji berbagai macam makanan kecil. Tidak lupa secangkir kopi.
“Maaf saya mengganggu. Kelihatanya seperti mau ada acara?”
Kulihat Pak Kades menundukkan kepala demikian para tamu/tetangga yang sedang duduk diteras “Nak…apa belum dengar, tiga tahun yang lalu sempat jadi berita Laksita dibunuh diperkosa oleh ….ah lupakan saja”  Pak Kades tidak meneruskan ceritanya.
Aku terbelalak antara percaya dan tidak “maaf Pak saya tidak tahu waktu itu di luar pulau Jawa di pedalaman. Saya tidak pernah mendengar berita itu.” sambil aku mendesah serasa dada sesak
“Benar nak, ceritanya panjang” timpal Bu Kades sambil meneteskan air mata.
Kulihat satu persatu para tetangga saling berebut bicara menguatkan kebenarannya. Mendengar ini rasa raga serasa dilolori sendi-sendinya “Innalillahi wa inna illaihi rojiun”
Aah…jadi? tidak terasa aku meneteskan air mata. Hampir aku bercerita tentang pertemuanku dengan Ita tadi malam pada mereka. Tapi kuurungkan.
Kulihat  bu Kades berdiri “sebentar yaa nak…” aku menggangguk.
Beliau masuk dan keluar membawa kertas. “Nak…malam kejadian kulihat diatas meja belajarnya ada tulisan ini…” Bu Kades sambil menyodorkan selembar kertas, sambungnya “Maaf yaa…nak,  Ibu pernah mimpi bertemu nak Ita menyuruh tulisan ini diserahkan padamu,”
Bu Kades sesegukan kembali lalu pamit masuk kedalam ruang. Kubaca coretan tulisan tangan. Kecamuk beribu ‘rasa’ sesal, sedih, sedikit senyum, tidak menduga, saat kubaca ulang dua, tiga kali…
Apa isi tulisannya, apa hubungannya dengan ini semua, apakah mereka perlu tahu akan pertemuanku dengan Ita tadi malam di caffe hotel, masih berkecamuk dalam pikiranku?
* * *
Kubaca coretan tulisan tangan, kecamuk beribu ‘rasa’ sesal, sedih, saat kubaca ulang dua, tiga kali…, kuputuskan tidak akan menceritakan pertemuan malam itu, biar jadi kenanganku abadi bersama puisi ini akan kubingkai, kupasang di atas meja kerjaku.
___

Cinta Kasih Terpendam

Kelokan air jernih mengalir disela bebatuan, saat kemarau panjang. kuberdiri diatas bebatuan gunung yang keras, hanya lambaian tangan tak berarti mengantar kau pergi tanpa pesan.
Lihat
Capung gunung berwarna merah cerah beterbangan diantara sela ranting semak dan disela bebatuan sungai menukik kedalam jernihnya air, berobah merah. rasa hati hampa mengiring saat kau berjalan pergi semakin jauh, akankah kau kembali disaat di alir air jernih diantara ribuan capung merah berterbangan disela bebatuan dan ranting semak, mengikut alur sungai berkelok menuju hulu, hilang tak kembali…
akhirnya
Cinta kasih ini hanya kupendam dalam hati yang paling dalam, tertanam diantara rimbunan hijau dedaunan pohon hutan di kaki bukit gunung Slamet, tersiram dingin gemericik air gunung. tatapan matamu tertanam dibawah pohon kelapa didepan rumah, senyumu kutaruh dicermin kamarku. akankah cinta kasih ini akan terpendam, saat kau datang kembali?
.
Limpakuwus, September 2008
Untuk seseorang yang telah pergi jauh.
____
“Nak…hari ini genap seribu hari. Tadi pagi pasang batu nisan di kuburan, nanti malam sehabis badha Isya akan diadakan tahlilan” suara Pak Kades membuyarkan resapan makna puisi itu,
“Insya Allah nanti malam saya kesini lagi. Oh, ya, boleh tulisan ini saya simpan, Pak? Sekarang boleh saya menengok makamnya?” tanyaku.
“Silahkan Nak, ayoo…Bapak antar” Pak Kades sambil berdiri. Saat berjalan ke makam beliau bercerita tentang musibah yang menimpa anaknya.
.
”September 2008, Ita kuliah di Fakulas Hukum. Saat memasuki semestar lima dia aktif di kegiatan kemahasiswaan. Terkadang pulang malam bersama temannya. Waktu itu, sehabis Magrib ada temannya yang telpon memberitahukan bahwa salah satu mata kuliah, jamnya dimajukan pagi. Ada tugas kuliah yang harus di serahkan saat kuliah, jadi Ita pamit mencari bahan laporan tugas di Warnet di kota. Pamitnya pulang jam sembilan malam, tapi ternyata? Sampai pukul sepuluh malam, tidak ada kabar. Dihubungi melalui telponnya tidak diangkat.  Teman-temannya juga tidak ada yang tahu. Ketika disusul ke kota dan mendatangi satu persatu warnet yang buka 24 jam, Ita tidak diketemukan. Pagi subuh Bapak lapor ke aparat Kepolisian, sampai siang hari tidak ditemukan keberadaanya.
Sore hari, seorang pencari rumput yang tengah melewati jembatan melaporkan menemukan mayat disela bebatuan besar. Di atasnya banyak sekali capung-capung gunung beterbangan. Bapak dan Ibu mendengar itu semua langsung tidak ingat apa-apa lagi, pingsan.”
“sudahlah Pak…sudah jangan diteruskan…” pintaku, melihat raut kesedihan yang sangat dalam diwajahnya.
“Oh, ya… Maaf yaa nak. Nak Ita sering bertanya tentang kamu sebelum musibah pada Bapak, dan setelah satu tahun selesai KKN ada beberapa temanmu datang silahturahim ke rumah, nak Ita juga menanyakan pada mereka kabarmu….nak?” sambil menepuk bahuku.
Cerita terhenti sesaat memasuki makam. Terlihat disitu batu nisan masih baru dan diatasnya betebaran aneka bunga dan ada boneka perempuan dan laki, simbol yang meninggal gadis dewasa.
Kutermenung mengirim doa. Kubuka hpku, kucari bacaan Yaa Siin,  kuputar pelan dan ku ikuti dengan khusyu. Selesai, kuambil dalam saku, tulisannya kubaca pelan. Tiada terasa lelehan air mata semakin deras. Ada rasa sesal di dalam hati yang paling dalam. Ternyata selama ini Ita menunggu aku datang. Ah…bodohnya, aku tidak bisa membaca ‘rasa’ disetiap tatapannya, akan kasih sayang yang telah terpendam. Kau berjuang seorang diri berjihad memperjuangan harga diri dari kebiadaban tiga manusia bernafsu bejad. Dalam kesucian diri kau kembali pada pangkuan Illahi.
Saat aku pamit pulang, dengan wajah yang tegar Pak Kades berkata “Bapak bangga dengan nak Ita meninggal karena mempertahankan kesucian dan harga diri, nak Ita telah berjihad melawan walau nyawa taruhannya…” sambil menepuk-nepuk pundakku, aku hanya menganggukan kepala, tak terasa air mataku menetes kembali.
.
Penutup, cuplikan berkas kronologi kejadian
Pelaku kejahatan tiga orang, salah satunya orang sekampung anak salah satu tokoh masyarakat yang disegani di desa tersebut yang  pernah ditolak cintanya. Satu orang teman kuliahnya dan satu orang lagi anak preman tetangga desa. Mereka diam-diam menaruh hati. Motifnya ingin merusak masa depan Ita. Hasil outopsi, masih gadis ada bekas pukulan dari pelaku dan luka dikepala bekas benturan batu sungai. Lokasi kejadian duapuluh meter sebelum jembatan.
.
Korban ternyata sudah dikuntit sejak keluar rumah, disaat di warnet korban melihat salah pelaku dan mengabarkan via sms ke salah teman kuliahnya. Dari sini pihak aparat melacak keberadaan si pelaku. Berdasarkan pengakuan pelaku, korban disuruh berhenti sebelum memasuki jembatan. Waktu itu kurang lebih pukul sembilan malam, kawasan itu sepi sekali dan  jarang terlewati kendaraan. Korban yang mengenal mereka,  menurut tanpamenduga mereka akan berbuat jahat. Ternyata korban diseret ke dalam semak-semak. Korban melawan dan bisa lepas, lalu lari ke samping jembatan. Korban terpeleset dan jatuh menghantam batuan sungai yang kedalamannya hampir enam meter. Ia meninggal ditempat.
Gagal memperkosa akhirnya pelaku membawa kabur motor dan Hp. Dalam waktu dua kali duapuluh empat jam pelaku berhasil tertangkap tengah mabuk-mabukan di  sebuah discoutiq. Salah satu pelaku terpaksa ditembak kakinya di dekat caffe dibawah pohon besar, karena berusaha melarikan diri. Satu pelaku dihukum delapan belas tahun, yang dua orang dua puluh tahun.
Purwokerto, September 2011.
-
Ilustrasi gambar dari SINI

Contoh Lagu

Lagu Ungu Cinta Dalam Hati
mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu

telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku

reff:
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja

repeat reff






Sumber :
http://kumpulanfiksi.wordpress.com/2011/09/15/cinta-kasih-terpendam-cerpen-singgih-swasono/
http://liriklaguindonesia.net/ungu-cinta-dalam-hati.htm#ixzz1e1Bk8QTG